4 Cara Mudah Atasi Nyeri Haid

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat
Dysmenorrhea atau Nyeri Haid (Menjelang, saat maupun sesudah) muncul karena proses hormonal, hormon yang dimaksud adalah Hormon Prostaglandin. Hormon ini meningkat pada saat menjelang menstruasi, kadar tertinggi pada saat menstruasi dan perlahan-lahan turus paska menstruasi. Seiring dengan penurunan kadar hormon tersebut, kualitas nyeri juga akan menurun. Kurang lebih 50% wanita mengalami nyeri haid tersebut, sehingga perlu dikenali betul apa sebenarnya nyeri haid dan bagaimana penanganannya.

Revolusi Ilmiah - Nyeri haid perlu dikenali dan diatasi

Macam-macam Dysmenorrhea

Macam-macam dysmenorrhea berdasarkan ada tidaknya kelainan ginekologis, dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Dysmenorrhea Primer. Dysmenorrhea primer terjadi umumnya mulai awal mens (Menarche), terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis. Gejala yang sering timbul diantaranya : nyeri perut bagian bawah, mual muntah, diare, sakit kepala dan rasa lelah.
  2. Dysmenorrhea Sekunder. Dysmenorrhea ini terjadi akibat adanya kelainan ginekologis baik secara anatomi/bentuk maupun secara proses patologis/abnormal pada organ panggul. Nyeri terjadi 1-2 minggu sebelum menstruasi dan terus berlangsung hingga beberapa hari paska menstruasi. Kelainan yang terjadi diantaranya endometritis, adenomiosis, kista ovarium, mioma uteri dan radang pelvis.

Pencegahan dan Penanganan Nyeri Haid

Penanganan nyeri haid secara umum dilakukan dengan 3 cara yaitu non-obat, obat dan pembedahan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai pencegahan dan penanganan awal yang dapat membantu menangani masalah nyeri haid/dysmenorrhea.

Revolusi Ilmiah - Olahraga teratur membantu mengatasi nyeri haid

1.  Olahraga Teratur

Olahraga teratur ternyata mampu mengurangi nyeri haid. Pada saat berolahraga secara teratur, aliran darah ke organ-organ tubuh menjadi lancar, terutama organ rahim/pelvis sehingga gangguan aliran darah yang disebabkan oleh proses hormon prostaglandin dapat dikurangi, yang membuat nyeri haid berkurang.

2. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup sangat membantu mengurangi nyeri haid, karena dengan istirahat kondisi tubuh mendekati basal, sehingga ambang nyeri meningkat dan dengan merilekskan seluruh tubuh membuat tubuh merasa lebih nyaman.

3. Latihan Relaksasi (Yoga)

Latihan relaksasi yang dimaksud selain hanya merelaksasikan badan, juga perlu relaksasi pikiran. Dengan latihan relaksasi yang rutin dan teratur tentu saja mampu mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat perubahan hormon prostaglandin, selain itu, relaksasi pikiran sangat membantu mengurangi gejala nyeri haid yang timbul. (Baca juga : Yoga membantu menyembuhkan 7 Penyakit)

4. Obat

Nyeri haid primer perlu diatasi dengan pemberian obat penekan rasa nyeri golongan NSAIDs seperti Aspirin, Paracetamol dan Asam Mefenamat, bisa ditambah dengan vitamin B1 (Tiamin) dan Magnesium. Apabila dengan pemberian obat tersebut dirasa masih kurang atau ada keluhan lain akibat penggunaan obat tersebut seperti BAB (Buang Air Besar) kehitaman, silakan berkonsultasi dengan dokter terdekat.

Demikian penanganan awal dari nyeri haid yang sering dialami oleh wanita pada saat sebelum, saat terjadi dan setelah haid itu berlangsung. Semoga dengan penanganan awal tersebut dapat membantu mengatasi gejala awal yang timbul akibat perubahan hormon. Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan. (M-ANT)

Gambar 1, 2

Please Share and Comment ↓

Related Posts

Previous
Next Post »