Jejak Napoleon Di Jawa, "Pertahankan Jawa, berapa pun harganya!"

Revolusi Ilmiah - Napoleon Bornapate

Revolusi Ilmiah - Salam Sehat 
Siapa yang tak tahu dengan Jenderal Napoleon Bonaparte??? Dunia mengenalnya dengan sosok Jenderal Perang sekaligus seorang Kaisar Perancis yang disegani. Yang lahir di pulau Korsika, 15 Agustus 1769. Karirnya dalam kemiliteran sungguh mengagumkan. Napoleon sendiri lulus di Akademi Militer Brienne tahun 1779, kala itu berusia 15 tahun. Karirnya menanjak pesat saat mampu menumpas kerusuhan dengan menembakan meriam dari atas menara di kota Paris. Dan di selanjutnya mampu memenangkan peperangan melawan Austria dan Pursia. Kepandaiannya dalam berdiplomasi dan memenangkan peperangan, membuat Napoleon meraih puncak kejayaan saat menguasai hampir seluruh dataran Eropa.

Dari sedikit profil dan kisah cuplikan akan perjalanannya di atas. Ternyata Napoleon sempat mempunyai suatu kepentingan besar di tanah Jawa. Seperti yang di lansir alamat.web.id dari sebuah buku yang berjudul "Perang Napoleon di Jawa 1811" yang ditulis oleh Jean Rocher.

Beginilah Kisah Jejak Napoleon Bornapate Di Jawa



"Pertahankan Jawa, berapa pun harganya!" Itu adalah perintah Kaisar Napoleon I kepada Menteri Kelautan dan Wialayah Jajahan Perancis Admiral Decres, Oktober 1810. Pada awal abad ke-19 itu, di Samudera Hindia, Perancis hanya memiliki kekuasaan di Mauritius, Bourton dan Jawa. Bahkan pada antara 1808 dan 1811, tinggal Pulau Jawa daerah koloni Perancis yang masih tersisa.
Ketika menjadi Gubernur Jenderal di Jawa, Dandels berulang kali meminta Napoleon mengirim pasukan bantuan untuk mempertahankan pulau itu dari serbuan Inggris. Namun, yang akhirnya dikirim adalah Janssens, jenderal penjilat yang lebih paham ilmu logistik ketimbang ilmu perang. Ia memimpin armada compang-camping berisi pasukan pemabuk yang sama sekali tidak memiliki disiplin. Mereka kalah yang ditugasi memperkuat pertahanan Perancis di Jawa.”
Pada Agustus 1822, armada Inggris mendarat dengan 100 kapal perang, lengkap dengan pasukan amphibinya, memadati Teluk Jakarta. Pertempuran pecah di Pulau Onrust, di Kota Batavia, Weltreveden, Meester Cornellis (Jatinegara) dan terakhir di Jatingaleh, Semarang. Dipimpin oleh Jenderal Auchmuty, pasukan Inggris yang terdiri dari tentara Eropa dan India, dengan mudah membuat kocar-kacir bala tentara Perancis –gabungan antara serdadu Perancis, Belanda dan pribumi. Berakhir sudah kekuasaan Perancis di Hindia Timur.
Gambar:  www.buzzle.com

Please Share and Comment ↓

Related Posts

Previous
Next Post »