Recent Posts

4 Manfaat Penting Tertawa

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Sahabat, Fenomena "Om Telolet Om" yang menjadi viral di dunia, tidak hanya di Indonesia, merupakan salah satu hiburan yang dapat dinikmati oleh seluruh orang, meskipun sederhana, namun dapat menjadi sebuah daya tarik dalam rangka Hiburan atau minimal sekedar untuk melepas tawa. Dimana hiburan dan tertawa merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara umum. Khusus untuk tertawa, hal kecil namun penting ini jangan sampai dilupakan ya.

Tertawa, menurut Ekman dan Friesen merupakan ekspresi wajah bahagia yang ditunjukkan dengan : Sudut bibir tertarik ke belakang dan tertarik ke atas; Bibir merapat atau meregang dengan gigi terlihat atau tidak; Ada kerutan turun dari hidung sampai sudut luar bibir; Pipi terangkat; Ada kerutan di bawah kelopak mata bagian bawah dan Ada kerutan di sudut luar mata. Kriteria itu menarik, karena kita sering salah menilai mengenai tertawa ini, oleh karenanya cobalah untuk menilai, apakah kita sudah betul-betul tertawa.

Tertawa bersama. (Foto : freedigitalphotos)

4 Manfaat Penting Tertawa

Tertawa tentu saja sangat penting, selain sebuah ekspresi bahagia, tertawa ternya juga sangat vital dalam menjaga kesehatan tubuh. Berikut manfaat penting tertawa yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Menjaga "Awet Muda"

Tetap awet muda adalah dambaan setiap orang. Awet muda di sini dalam arti memiliki penampilan dan kesegaran secara umum yang hampir mirip saat muda dahulu, atau tetap dalam kondisi yang fit/bugar. Dengan membiasakan diri untuk melihat, mendengarkan dan membaca hal-hal yang dapat membuat tertawa yang wajar, menjadikan tubuh akan tampak awet muda dan mejaga kebugaran tubuh secara umum.

2. Mengurangi dan Mencegah Stres

Tidak ada satu orang pun yang tidak memiliki masalah. Masalah dapat timbul dari diri sendiri maupun orang lain, yang sering menjadikan stres seseorang. Cobalah untuk membuat diri sendiri atau orang lain tertawa, tampilkan joke atau candaan yang dapat membuat tertawa misalnya, selain baik untuk kesehatan, tertawa juga dapat mengurangi stres yang sedang melanda atau mencegah supaya tidak timbul stres.

Baca juga : 20 Keajaiban Tubuh secara Umum

3. Memperlancar Aliran Darah

Otot-otot wajah, pada saat tertawa sebagian mengalami peregangan atau melebar, hal tersebut sangat baik untuk memperlancar peredaran darah, hal tersebut sedikit berbeda dengan orang pada saat cemberut, dimana otot-ototnya mengalami penyempitan. Dengan aliran darah yang lebih lancar, tentu saja suplai oksigen dan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh dapat terselurkan dengan baik, sehingga kesehatan wajah utamanya dapat terjaga dengan baik.

4. Mengharmoniskan Hubungan dengan Orang Lain

Umumnya tertawa tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja, namun oleh sekelompok orang yang ikut dalam suasana tersebut, misalnya sedang menonton acara Lawak, beberapa orang yang menonton akan serta merta tertawa bersama-sama saat ada joke atau candaan tertentu. Atau misalnya Anda memiliki pengalaman yang lucu, kemudian diceritakan kepada orang lain, selain menghibur diri sendiri, juga dapat menghibur orang lain, disitu dapat terjalin hubungan personil yang baik. Menjaga hubungan personil yang baik sangat penting dalam kehidupan dan kesehatan psikologis.

Nah, itu manfaat penting dari tertawa, namun tertawa tidak perlu berlebihan, karena dapat juga berbahaya, tertawalah secara wajar dan dalam suasana yang memang sepantasnya untuk tertawa. Meskipun tertawa itu sebenernya alami, namun apabila dilakukan tidak wajar, pastinya orang lain juga akan menilai negatif tertawa tersebut bukan? (OKW)

Waspada Keracunan Makanan

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Keracunan makanan sering dialami oleh orang yang mengkonsumsi makanan atau air minum yang terkontaminasi dengan zat patogen (seperti : Norovirus, Salmonella, Clostridium perfringens, Campylobacter dan Staphylococcus aureus) atau bahan kimia. Untuk keracunan makanan, seorang dokter diberikan kewenangan dan dituntut untuk mengatasinya sampai tuntas atau kemampuan 4A.

revolusiilmiah.com - Waspada keracunan makanan
Waspada keracunan makanan. (Foto : nationalgeographic.co.id)

Keluhan

Keluhan yang sering dialami orang dengan keracunan makanan adalah : Diare akut, Nyeri perut, Nyeri kram otot perut dan Perut kembung. Untuk diare akut biasanya berlangsung kurang dari 2 minggu, adanya darah atau lendiir pada tinja perlu dipikirkan adanya infeksi pada mukosa usus. Sedangkan nyeri kram otot perut menunjukkan hilangnya elektrolit yang mendasarinya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait keracunan makanan ini yaitu :

  1. Higien makanan atau minuman yang dikonsumsi
  2. Konsumsi daging yang kurang matang perlu dihindari, hal tersebut terkait dengan adanya bakteri yang dapat menyebabkan keracunan seperti Salmonella sp., Campylobacter sp., E.coli dan Clostridium perfringens.
  3. Makan makanan laut yang mentah dapat menyebabkan keracunan makanan terkait dengan kandungan Norwalk-like virus, Vibrio sp atau Hepatitis A.

Pemeriksaan

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan tanda Dehidrasi : Diare, dehidrasi, Tekanan darah turun, Nadi cepat, Mulut kering, Penurunan keringat dan Penurunan output urin. Nyeri tekan perut dan Bising usus yang meningkat dapat juga terjadi.
Pemeriksaan penunjang dapat menggunakan Pemeriksaan Feses (Ditemukan telur cacing dan parasit), maupun dengan Pewarnaan Gram, Koch dan Metilen Biru Loeffler guna membedakan Penyakit Invasif dan Non Invasif.

Diagnosis Banding

Diagnosis ditegakkan berdasarkan Anamnesis, Pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan.
Diagnosis banding yang mungkin adalah Intolerasi dan Diare spesifik seperti Disentri, Kolera.
Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah Dehidrasi berat.

Terapi/Penatalaksanaan

Sebagian besar kasus keracunan adalah Self-Limiting Disease, dimana pengobatan khusus tidak perlukan. Dimana dari penelitian, hanya 10% yang membutuhkan antibiotik. Tujuan penanganannya adalah mengatasi Dehidrasi atau melakukan rehidrasi yang cukup serta suplemen elektrolit. Rehidrasi dapat dilakukan per oral atau intravena.
Jika dalam 3 sampai 4 hari gejala dan keluhan menetap atau bertambah berat, perlu dilakukan pemeriksaan spesifik untuk menentukan kebutuhan Antibiotik, jika tidak memungkinkan, pikirkan untuk merujuk ke Pelayanan Kesehatan yang lebih tinggi.
Selama terapi, modifikasi gaya hidup dan menjaga higienitas yang dikonsumsi sangatlah perlu.

Prognosis

Jika tidak mengalami perburukan atau komplikasi lanjut, prognosis dari pasien adalah Bonam atau baik.

Referensi
  1. Permenkes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 63-5

Mengenal Penyakit Lepra atau Kusta

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Penyakit Lepra dikenal juga dengan Kusta dan Penyakit Hansen. Penyakit ini sangat menular, berlangsung selama bertahun-tahun. Penyebabnya adalah Mycobacterium leprae. Penularannya melalui saluran nafas atau kontak kulit dengan pasien lebih dari 1 bulan secara terus menerus. Masa inkubasinya 2,5 tahun, tetapi pada beberapa kasus dapat lebih lama, tergantung kondisi tubuh pasien.

revolusiilmiah.com - Salah satu cara pemeriksaan Lepra
Salah satu cara pemeriksaan Lepra. (Foto : syahadat.wordpress)

Keluhan

Keluhan yang sering dialami oleh pasien lepra adalah bercak kulit yang berwarna merah atau putih dengan ujud kelainannya berupa plakat, terutama di wajah dan telinga. Di bercak terdapat kurang atau mati rasa, tidak dirasakan gatal oleh pasien. Bahkan lepuh kulit tidak dirasakan oleh pasien.
Kelainan yang terjadi seriing tidak sembuh dengan pengobatan apabila infeksi sudah memasuki saraf tepi dari lesi/luka.
Beberapa faktor resiko yang dapat mengiringi terjadinya penyakit ini adalah Sosial ekonomi yang rendah, Kontak lama dengan pasien atau anggota keluarga yang terdiagnosis lepra, Imunokompromis dan Tinggal di daerah dengan endemik lepra.

Pemeriksaan

Terdapat 3 tanda khas atau patognomonis pada penyakit lepra, yaitu :

  1. Tanda pada Kulit. Terdapat bercak, bintil. Bercak berbentuk plakat dengan kulit mengkilat atau kering bersisik. Kulit tidak dapat berkeringan dan berambut. Terdapat perasaan baal atau kurang rasa pada daerah yang terkena.
  2. Tanda pada Saraf. Penebalan saraf tepi, nyeri tekan dan atau spontan pada saraf, kesemutan, rasa seperti tertusuk-tusuk dan nyeri pada anggota gerak, kelemahan anggota gerak dan atau wajah, serta adanya deformitas, ulkus yang sulit sembuh.
  3. Mutilasi pada Alat gerak. Beberapa kelainan pada alat gerak yang perlu dicatat dalam rekam medik diantaranya : Bercak keputihan atau kemerahan, Mati/kurang rasa, Infiltrat yang luas dan merata, Nodul, Penebalan saraf, Kontraktur lemas, Kontraktur kaku, Mutilasi/absorbsi (hilangnya/susutnya jari-jari atau bagian anggota gerak), Ulkus pada anggota gerak, Tangan lunglai (seperti drop hand dan drop wrist), Kaki semper (Drop foot).
Untuk pemeriksaan penunjangan dapat menggunakan Pemeriksaan Mikroskopik Kuman Basil Tahan Asam (BTA) pada kerokan jaringan kulit pasien.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding penyakit lepra dilihat dari gambaran kulit dan komplikasi yang muncul.
  • Bercak kemerahan/eritem : Psoriasis, Tinea circinata, Dermatitis seboroik
  • Bercak putih : Vitiligo, Ptiriasis versikolor, Ptiriasis alba
  • Nodul : Neurofibromatosis, Sarkoma kaposi, Veruka vulgaris
  • Komplikasi yang muncul : Arthritis, Sepsis, Amiloid sekunder.

Terapi/Penatalaksanaan

Beberapa hal yang dilakukan untuk menatalaksana pasien adalah sebagai berikut :
  1. Pasien diberikan informasi mengenai kondisi pasien saat ini, selain itu juga ditekankan bagaimana pengobatan yang dilakukan serta kepatuhan dalam pengobatan tersebut untuk mengeliminasi atau menghilangkan penyakit tersebut
  2. Menjaga kebersihan dan pola diet atau makan yang baik
  3. Motivasi untuk memulai terapi obat hingga selesai
  4. Terapi menggunakan MDT (Multi Drug Therapy) khusus untuk Pasien kusta baru yang belum pernah mendapatkan MDT, serta Pasien Ulangan.
  5. Dosis MDT pada anak <10 tahun dapat disesuaikan dengan berat badan. (Dosis Rifampisin : 10-15 mg/kgBB, Dapson : 1-2 mg/kgBB, Lampren : 1 mg/kgBB)
  6. Berikan obat penunjang seperti vitamin atau roborantia seperti Vitamin B1, B6 dan B12
  7. Untuk pasien hamil dapat tetap diberikan MDT.
Konseling serta Edukasi penting pula dilakukan, yaitu dengan Memberikan penjelasan mengenai lepra, cara penularan dan pengobatannya, Diminta membantu memonitor pasien atau keluarga pasien yang menderita penyakit serta Segera membawa pasien ke pusat pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami komplikasi atau ada anggota keluarga pasien yang mulai menunjukkan gejala penyakit.

Prognosis

Untuk alat vital tubuh, prognosisnya Bonan/baik. Untuk Fungsi alat gerak, prognosisnya dubia ad malam, terutama terjadinya mutilasi atau kejadian yang berulang.

Referensi
  1. Permenkes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 53-63
  2. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2012. Pedoman Nasional Pengendalian Penyakit Kusta. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI.

Kandidiasis Mulut atau Jamur Mulut

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Kandidiasis Mulut disebabkan oleh jamur yang bernama Candida albicans. Jamur ini dapat menyerang berbagai jaringan dan organ tubuh manusia seperti kulit, mukosa ataupun organ dalam (paru-paru, jantung, usus). Umumnya disebarkan dengan cara kontak atau bersentuhan kulit. Tak terkecuali pada bayi baru lahir, dapat terinfeksi dengan cara kontak vagina atau jalan lahir nya, bisa juga melalui dot yang tidak bersih dan steril.

revolusiilmiah.com - Kandidiasis Mulut
Kandidiasis Mulut. (Foto : orvosok.hu)

Keluhan

Keluhan yang sering dialami oleh pasien kandidiasis mulut ini adalah rasa gatal dan perih pada mukosa mulut, rasa metal dan daya pengecap yang berkurang. Keadaan tersebut dapat terjadi dan diperparah apabila pasien mengalami imunodefisiensi atau kekebalan tubuh yang berkurang seperti pada penyakit AIDS.

Pemeriksaan

Dalam pemeriksaan fisik yang dilakukan, ditemukan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Bercak merah, dengan maserasi di sekitar mulut, lipatan atau intertriginosa yang disertai bercak merah terpisah dari sekitarnya atau satelit
  2. Oral thrush atau Guam yang diselaputi oleh pseudomembran pada mukosa mulut.
Pemeriksaan penunjang untuk mendukung diagnosis adalah dengan KOH 10% atau Pewarnaan Gram, dimana dengan pengecatan tersebut sel ragi dapat dilihat dengan jelas di bawah mikroskop.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding kandidiasis mulut adalah Peradangan pada mukosa mulut yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.

Komplikasi

Komplikasi yang mungkin dapat terjadi adalah Diare akibat Kandidiasis yang masuk pula ke saluran cerna.

Terapi/Penatalaksanaan

Terapi yang dapat diberikan pada pasien Kandidiasis mulut adalah :
  1. Memperbaiki status gizi serta menjaga kebersihan mulut atau oral
  2. Perhatikan dan kontrol selalu faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit
  3. Gentian violet 1% (Segar/baru dibuat) atau larutan Nistatin 100.000-200.000 IU/ml yang dioleskan 2-3 kali sehari selama 3 hari pemberian.
Selain terapi personil yang diberikan, perlu juga terapi untuk keluarga pasien yaitu dengan cara skrining keluarga dan perbaikan sanitasi serta higien lingkungan supaya terjaga kebersihannya.
Pasien sebaiknya kontrol kembali setelah 3 hari pemberian obat apabila tidak ada perbaikan.

Prognosis

Bonam atau baik pada pasien dengan imunokompeten atau ketahanan tubuh yang baik.

Referensi
  1. Permekes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 52-3
  2. Pengobatan dasar di Puskesmas. 2007. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI.

Infeksi Tali Pusat pada Bayi

Add Comment
REVOLUSIILMIAH.com - Tali pusat pada bayi baru lahir umumnya akan lepas setelah 7 hari dan lukanya akan sembuh kurang lebih 15 hari. Namun, apabila terjadi infeksi, maka dapat membahayakan tubuh secara umum, atau sering dikenal dengan sepsis, oleh karenanya perlu dikenali dan diobati segera.

revolusiilmiah.com - Perawatan Tali Pusat
Perawatan Tali Pusat. (Foto: yahyagalery)

Keluhan

Keluhan yang muncul pada bayi dengan infeksi tali pusat (umbilikus) adalah Demam, Rewel dan Tidak mau menyusu. Faktor resiko diantaranya : Imunitas seluler dan humoral belum sempurna, luka pada tali pusat dan kulit yang tipis sehingga mudah sobek. Faktor predisposisinya Pemotongan dan Perawatan tali pusat yang tidak steril.

Pemeriksaan Fisik

Dari pemeriksaan fisik dapat ditemukan beberapa tanda sebagai berikut:

  1. Tanda infeksi di sekitar tali pusat seperti kemerahan, panas, bengkak, nyeri dan mengeluarkan pus/nanah yang berbau busuk
  2. Adanya infeksi tali pusat lokal/terbatas: Kemerahan dan bengkak terbatas pada daerah kurang dari 1  sentimeter di sekitar pangkal tali pusat
  3. Infeksi tali pusat berat atau meluas: Kemerahan atau bengkak pada tali pusat yang meluas melebihi area 1 sentimeter atau kulit di sekitar tali pusat bayi mengeras dan memerah serta bayi mengalami pembengkakan perut.
  4. Tanda sistemik: Demam, Takikardia (nadi cepat), Hipotensi, Letargi, Somnolen dan Ikterus.

Diagnosis Banding

Diagnosis banding pada kasus infeksi tali pusat ini adalah:
  • Tali pusat normal, namun ada akumulasi cairan berbau busuk. Terapi hanya dengan dibersikan menggunakan alkohol
  • Granuloma keterlambatan proses epitelisasi karena kauterisasi (Granuloma-delayed epithelization)

Komplikasi

Komplikasi yang timbul pada infeksi umbilikus adalah:
  1. Necrotizing fasciitis. Tanda dari necrotizing fasciitis yaitu: Edema, kulit tampak seperti jeruk di sekitar infeksi (peau d'orange appearance), Progresivitas cepat dan Dapat menyebabkan kematian
  2. Peritonitis
  3. Trombosis vena porta
  4. Abses

Terapi/Penatalaksanaan

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan diantaranya: Perawatan Lokal, Perawatan Sistemik dan Rujukan.

1. Perawatan Lokal

Perawatan lokal dilakukan dengan Larutan Antiseptik (Klorheksidin atau Iodium povidon 2,5%) dengan kain kasa yang bersih, dilakukan 8 kali sehari sampai tidak ada nanah pada tali pusat. Selesai dibersihkan, dioleskan Salep Antibiotik minimal 3 kali sehari

2. Perawatan Sistemik

Bila tanpa gejala sistemik, dapat diberikan Antibiotik seperti Kloksasiklin oral selama 5 hari. Bila bayi tampak kesakitan, perlu dicek dahulu ada tidaknya tanda-tanda sepsis. Jika ada, dapat diberikan antibiotik kombinasi dengan aminoglikosida. Bila setelah diberikan terapi tidak ada perbaikan, perlu dipertimbangkan kemungkinan ada resistensi/MRSA (Meticillin Resistance Staphylococcus aureus).
Lakukan rujukan ke pelayanan kesehatan lebih tinggi bila bayi mengalami Intake yang tidak cukup dan tampak tanda-tanda dehidrasi serta komplikasi sepsis.

Prognosis

Prognosis untuk infeksi umbilikus/tali pusat umumnya dubia ad bonam jika tanpa komplikasi serius.

Referensi
    1. Permekes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 49-51
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2003. Infeksi Tali Pusat dalam Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.

    Mengenal Penyakit Filariasis atau Kaki Gajah

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Kita mengenal Filariasis dengan Kaki Gajah, merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria, dimana cacing ini ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit Filariasis bersifat menahun atau kronis dan apabila tidak diberikan pengobatan yang sesuai, dapat menimbulkan cacat menetap yang berupa Pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik pada perempuan maupun laki-laki. Secara internasional, WHO menargetkan eliminasi filariasis pada tahun 2020 melalui program The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem by The Year 2020.


    revolusiilmiah.com - Siklus Penyakit Filariasis
    Siklus Penyakit Filariasis. (Gambar: wikipedia.org)

    Keluhan Filariasis

    Pada umumnya, pasien dengan filariasis mengeluhkan :
    1. Demam yang berulang kurang lebih selama 3-5 hari. Demam tersebut hilang timbul, timbul pada saat bekerja berat dan hilang pada saat istirahat
    2. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada perlukaan) terutama di daerah lipatan paha dan ketiak. Tampak kemerahan, terasa panas dan sakit
    3. Peradangan pada salurah getah bening yang terasa panas dan menjalar mulai pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis)
    4. Pembesaran pada tungkai, lengan, buah dada, kantong zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (Early Imphoma).
    Pada kondisi yang lama/kronis, dimana terjadi pengurangan fungsi saluran limfe dapat menyebabkan : Pembesaran yang menetap (elephantiasis)pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti). Hal tersebut dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

    Perjalanan Penyakit

    Ada 4 Masa yang terjadi pada filariasis, yaitu:

    1. Masa Prepaten. Masa antara masuknya Larva Infektif sampai terjadinya Mikrofilaremia, berlangsung kurang lebih 37 bulan
    2. Masa Inkubasi. Masa inkubasi merupakan masa antara masuknya Larva Infektif sampai terjadinya gejala klinis, kurang lebih berlangsung 8-16 bulan
    3. Gejala Klinik Akut. Gejala klinis yang mucul diantaranya Limfadenitis, Limfangitis yang disertai Demam dan Malaise. Umumnya unilateral
    4. Gejala Menahun. Gejala ini dapat terjadi 10-15 tahun setelah serangan akut pertama. Gejala menahun dapat menyebabkan cacat yang menggangu aktivitas penderita serta menjadi sebuah beban bagi keluarga.

    Pemeriksaan Fisik

    Pada saat kita melakukan pemeriksaan fisik, dapat ditemukan beberapa gejala dan tanda sebagai berikut:
    • Limfangitis dan Limfadenitis
    • Hidrokel, Limfadema, Elefantiasis dan Chyluria
    • Epedidimitis kronis, Funikulitis, Edema skrotum (laki-laki), Limfedema vulva (perempuan)

    Pemeriksaan Penunjang

    Pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk memastikan diagnosis filariasis yaitu:
    • Identifikasi mikrofilaria dengan sediaan darah. Pemeriksaan yang dilakukan dengan pewarnaan Giemasa atau Wright
    • Didapatkan Leukositosis dan Eosinofilia 10-30% pada sediaan darah tepi
    • Dapat pula dilakukan pemeriksaan Diethylcarbamazine Provocative Test.

    Diagnosis Banding

    Filariasis dapat didiganosis banding dengan:
    1. Infeksi bakteri, tromboflebitis
    2. Tuberkulosis, Lepra, Sarkoidosis

    Terapi/Penatalaksanaan

    Prinsip utama dalam terapi filariasis adalah untuk mencegah atau memperbaiki perjalanan penyakit, yaitu dengan cara:
    1. Memelihara kebersihan kulit
    2. Fisioterapi, terutama pada Pasien Limfedema Kronis
    3. Obat Antifilaria semisal DEC (Diethyl Carbamazine Citrate), dengan dosis 6 mg/kgBB, 3 dosis/hari setelah makan selama 12 hari
    4. Ivermektin dosis 150 ug/kgBB pada mikrofilaria W. bancrofti. Waspada pemberian untuk wanita hamil dan anak kurang dari 5 tahun
    5. Antibiotik dan Antijamur untuk mengobati dan mencegah infeksi sekunder serta berulang
    6. Antihistamin dan Kortikosteroid digunakan untuk mengatasi efek samping pengobatan serta mengurangi rasa gatal
    7. Operatif pada beberapa kasus seperti Hidrokel dan Chyluria, namun dilakukan setelah tidak ada perbaikan paska terapi konservatif.

    Prognosis

    Untuk filariasis, secara umum tidak mengancam jiwa.
    • Quo ad fungsionam yaitu dubia ad bonam
    • Quo ad sanationam yaitu malam
    Faktor yang mempengaruhi prognosis ini adalah: Jumlah cacing dan mikrofilaria, Potensi kembang biak cacing, Infeksi ulang serta Aktivitas RES.


    Referensi
    1. Permenkes 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Dokter. Hal. 42-8
    2. Soedarmo Sumarmo S.P. Garna, H. Sri Rezeki, S.H.Hindra Irawan S. Filariasis dalam Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis. Ed-. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta, 2010:400-7.
    3. Filariasis-Gejala, Penyebab dan Mengobati. http://www.alodokter.com/filariasis. Diakses 2 November 2016 

    Wow, Anjing Dapat Menyelam Hingga Setengah Kilometer

    Add Comment
    REVOLUSIILMIAH.com - Anjing merupakan salah satu mahkluk hidup yang dekat dengan dengan kehidupan manusia. Kelebihan yang dimilikinya terkadang digunakan oleh manusia untuk membantu tugas atau pekerjaan mereka, mulai dari Indra penciuman, "Keamanan" sampai dengan Penyelamatan terhadap pemiliknya. Binatang ini memang terkenal dengan kesetiaan yang tinggi terhadap pemiliknya, bahkan dia berani mati demi keselamatan pemilik atau tuannya. Melatih anjing pun cenderung lebih mudah dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh darinya. Mengenai anjing sebagai tim penyelamat, baru-baru ini telah diuji manfaat anjing untuk menyelamatkan orang yang tenggelam sampai dengan kedalaman 500 meter dibawah laut.

    revolusiilmiah.com - Anjing dilatih untuk berenang guna penyelamatan
    Anjing dilatih untuk berenang guna penyelamatan. (Foto : doglifejackethq)

    Alat Khusus

    Anjing dapat menyelang sampai 500 meter mulai dikembangkan oleh Peneliti di Rusia. Hal yang diangkat adalah mengenai Teknologi Pernafasan Cair pada Anjing, seperti dilansir rbth. 
    Pernafasan tersebut memungkinkan untuk mengisi cairan khusus yang kaya akan oksigen di paru-paru, sehingga dapat memasok kebutuhan oksigen dalam tubuh. Dengan pasokan yang cukup, maka kemampuan menyelam pun akan semakin lebih baik. 
    Tujuan dari teknologi tersebut utamanya adalah dalam rangka menyelamatkan kru kapal selam yang selama ini di bawah laut. Kita mengetahui bahwa rusia sering mengirimkan kapal selamnya di lautan untuk kepentingan penelitian dan pertahanan.

    Lebih lanjut lagi cairan di paru-paru yang memasok tubuh dengan oksigen, para kru kapal selam dapat dengan cepat muncul ke permukaan dan dapat menghindari penyakit akibat kompresi (perubahan tekanan yang mendadak) air laut.

    "Kami melihat seekor anjing duchshund yang ditempatkan di sebuah bejanan air besar dengan wajah yang menghadap ke bawah. Kami marah melihat bagaimana anjing diperlakukan seperti itu, ia seperti ditenggelamkan. Ia menghabiskan 15 menit di bawah air." Tulis salah seorang responden yang menyaksikan eksperimen tersebut. "Ternyata, paru-paru anjing tersebut diisi dengan cairan yang kaya akan oksigen sehingga membuatnya mampu bernafas di air. Ketika anjing dilepas, sepertinya ia sedikit lesu namun beberapa menit kemudian di kembali berperilaku normal."

    Penelitian itu dikembangkan oleh Institut Riset Kesehatan Kerja Rusia. Mulanya pada binatang Tikus dan kecil lainnya, namun kemudian dikembangkan pada Anjing.

    Baca juga : Unik, 5 Hewan paling kecil di Dunia

    Menurut Peneliti Vitaly Davydov (Wadir Pelaksana Yayasan Riset) mengatakan bahwa "Pada tahap ini Anjing sudah mampu bertahan di air selama setengah jam dalam kedalaman hingga 500 meter. Bahkan semua binantang baik-baik saja dan mampu bertahan di bawah air dengan baik."

    "Sebenarnya konsep pernafasan cair sudah diketahui dan diajukan beberapa dekade sebelumnya, namun tak ada yang mengetahui penerapan praktisnya." lanjut Davydov. Meskipun demikian, saat ini para peneliti masih menemui beberapa masalah yaitu : Bagimana menyuntikan pada tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida, serta tantangan utama yaitu Tantangan Psikologis karena supaya dapat bernafas di air, seseorang harus rela tenggelam terlebih dahulu. (OKW/rbth)